Kasih Yang Tak Gagal
Hello guys kali ini aku mau menceritakan pengalaman & refleksi aku untuk saat ini.
Proses tentang pasangan hidup yang Tuhan ijinkan saat ini mengajarkan aku banyak hal tentang sifat Tuhan dan terlebih dalam pembentukan karakter ku.
1. KESABARAN
Jujur untuk single di umur 27 menuju 28 tahun itu nggak mudah. Banyak rasa iri hati, insecure yang aku alami. Terlebih ketika kita sudah dekat sama orang hampir bertahun-tahun namun apa yang ingin kita dengar seperti hal dasar dalam hubungan yaitu kepastian belum bisa aku dapatkan. Aku terkadang menyalahkan Tuhan seolah kenapa untuk masalah sekecil ini aja Tuhan harus buat aku nunggu bertahun-tahun ? Aku fokus kepada orang menyalahkan karakternya seolah membuat aku berfikir bahwa alur ini aku yang mengendalikan.
Sulit buat aku untuk sabar, terlebih dari dulu segala keinginan ku, dominan aku sama pasangan terdahulu sangat besar. Pasanganku yang dulu selalu bisa ngabulin apa yang aku minta, apalagi hanya sebuah kepastian ? tanpa kau minta pun dia selalu mengaffirmasi hal tersebut. Namun masa ini Tuhan benar-benar mengajariku untuk taat pada waktu Tuhan.
Kesabaran yang bukan untuk menunggu jawaban, namun kesabaran dalam melepaskan berhala yang saat ini ada di dalam hati aku. Kesabaran tanpa ekspektasi bahwa harapan aku harus terpenuhi, namun kesabaran untuk percaya apapun yang di depan mata yang telah disiapkan oleh Tuhan.
Lalu aku berfikir lagi tentak karakter Tuhan, selama 27 tahun aku hidup penuh dengan kegagalan untuk mengasihi sesama dan kegagalan jatuh ke dalam dosa. Namun Tuhan tidak pernah ingkar untuk tidak setia
2 Timotius 2:13 "jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
1 Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Amsal 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu
2. MENGASIHI SEPERTI TUHAN
Sulit untuk mengasihi seseorang jika dia selalu berbuat hal yang sama berkali-kali. Terkadang aku tinggi hati untuk berfikir bahwa aku mungkin bisa dapetin yang lebih, namun entah Tuhan masih menginjinkan aku untuk memiliki perasaan yang cukup besar sama seseorang yang sulit membuat aku berpaling. Hingga pada waktunya Tuhan menegur aku di dalam hati, apa yang membuat aku layak untuk Tuhan perjuangkan ? Ketika Tuhan melakukan pengorbanan buat aku 2000 tahun lalu di salib, tidak ada yang membuat aku layak untuk diperjuangkan apalagi Tuhan harus mengorbankan nyawanya untuk seseorang yang nggak worth seperti aku ? lalu apa yang membuat aku berfikir bahwa aku layak mendapatkan yang jauh lebih baik hanya karena aku memandang diri aku baik ? sebab semuanya adalah hanyalah Kasih Karunia Tuhan.
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5: 8)
3. PERCAYA SEPENUHNYA SAMA TUHAN
Untuk saat ini aku merasa sangat mengontrol jalan hidup ku, padahal Tuhan udah punya timeline hidup manusia, aku mau berjalan sesuai dengan rencanaku, aku melupakan bahwa aku dibuat Tuhan oleh Dia & untuk Dia. Dalam hal ini Tuhan bener-bener ngajarin aku untuk percaya & berserah sama kedaulatan Tuhan terhadap hidup aku
1 Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Filipi 4:6-7 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Amsal 19:21 Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana
Yesaya 46:9-10 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan
Disinilah Tuhan bener-bener menekankan aku bahwa aku memberhalakan manusia, dan Tuhan menyadarkan aku akan motivasi aku yang bersandar kepada manusia, belajar mengasihi seperti Tuhan mengasihi yang terpenting memberikan harapan kita kepada Tuhan dan iklas untuk dibentuk oleh Tuhan. Tuhan mau aku belajar untuk cukup sama kasih KaruniaNya, dan melepaskan kemelekatan aku dengan orang di dalam hati, bukan faktor luar yang mengendalikan perasaan aku, tapi Dialah yang mengendalikan pikiran & perasaan aku.
Saat ini aku sulit nyaman dengan kondisi ku sekarang, banyak hal-hal yang belum sesuai dengan harapanku walaupun terkadang aku berfikir Tuhan hanya untuk bisa kaya orang lain aja kenapa sulit? Tapi aku mau belajar percaya bahwa Tuhan ajaib yang di Alkitab adalah Tuhan yang hidup yang sama sampai saat ini dan selama-lamanya. Dan biarlah hal-hal ini dipakai Tuhan untuk kemulianNya dan percaya bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik.
Amin
