Tuesday, July 22, 2025

July 22, 2025

Film SORE -- Penerimaan & Pengharapan


Kemarin habis nonton SORE : Istri dari Masa Depan. Filmya cukup menyentuh ditambah sama back sound yang cocok sama alur ceritanya. Memang nggak dipungkiri untuk alurnya sendiri cukup membosankan karena cukup banyak repitisi; menceritakan tentang time travel untuk merubah kebiasaan suaminya, sehingga Sore selalu kembali ke masa yang sama ketika dirasa perjalanan tersebut gagal dan alur pun mengulang lagi dan lagi, walaupun dalam repitisi nya sendiri dengan tindakan yang berbeda. Well mungkin aku nggak akan menceritakan tentang alur / review filmnya sendiri overall menurut ku cukup worth untuk ditonton di bioskop. 


Namun yang ingin aku sampaikan adalah pesan dalam film itu yang cukup menyetuh tentang penerimaan & pengharapan


Mungkin dikarenakan produser Yandy Laurens adalah seorang Kristiani, sehingga cukup kental Kasih di dalam Alkitab yang tergambar dalam film tersebut. 


“Orang berubah bukan karena rasa takut, tapi karena dicintai”


Menurut aku sendiri kita dapat mengenal kasih sejati kalau kita sudah merasakan dari sumber kasih itu sendiri, manusia bukan sumber kasih, kasih sejati itu ada di dalam diri Kristus. 


Percaya tau nggak manusia akan sulit mampu mengasihi dengan tulus, kita cenderung melakukan kasih jika itu ada timbal balik bagi diri kita, kita nggak benar-benar mampu mengasihi satu-satunya Pribadi tertinggi yang mengasihi makhluk yang jauh dibawah dengan mengorbankan diriNya sendiri tanpa adanya timbal balik apapun adalah Sumber Kasih itu sendiri -- Tuhan Yesus. 


Roma 5:8 mengatakan, "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." 


Dan itu adalah salah satu alasan absolut kita yang memampukan kita untuk terus mengasihi ketika kita tidak mendapatkan perlakuan setimpal adalah karena kita sudah diterima. Dalam perjalanan kita mungkin jatuh ke dalam dosa, berulang, sama seperti Jonathan, namun penerimaan Kristus di dalam diri kita sampai akhir yang memungkinkan kita kembali bangkit lagi dan lagi.


Penerimaan yang kita dapat dari Kristus itu lah yang menimbulkan kepercayaan & pengharapan bahwa kita bisa diubahkan. Diubah bukan karena kita takut akan kosenkuensi dosa, namun diubah karena kita tau bahwa kita dikasihi itulah keberanian kita yang membawa kita kepada Kristus dan memiliki pengharapan bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk hidup bersama dengan Kristus. 

Sunday, February 23, 2025

February 23, 2025

Mencintai Indah Namun Menyakitkan

Ada frasa 

"Duri-duri mawar mengingatkan kita bahwa cinta bisa menyakitkan, tetapi keindahannya sepadan". 


Namun menurutku cinta bukan hanya punya kemungkinan untuk menyakitkan, tapi cinta sejati "pasti" akan sepaket dengan kesakitan. Karena dimana ada cinta disitu juga ada pengorbanan & kerelaan untuk kehilangan, karena sesuatu apapun yang kita cintai pasti akan meninggalkan pada waktunya. 


Kisah cintaku saat ini belum terlihat ujungnya seperti apa, namun sepertinya aku udah mulai sadar apa yang Tuhan minta dari aku. 


Keterbatasan pertemuan, & komunikasi sering menjadi kendala aku dalam penututan perhatian dari dirinya. Seolah cinta dari Tuhan nggak cukup dan tangki cinta aku perlu diisi oleh manusia. Nggak sering kami sering konflik dan konflik tersebut pun bisa berlarut berhari-hari tanpa menjalin komunikasi. Sehingga jarang untuk aku bisa mengeluarkan segala perasaan dan unek-unekku. Pada saat proses itu terjadi apa yang ada dibenak aku ingin rasanya bisa memaki, marah, nggak puas, protes sama Tuhan untuk setiap proses yang aku jalani. 


Iri sama temen-temen yang udah mendapatkan pasangan yang settle & kekasih yang mengasihi mereka yang selalu membuat aku terbesit untuk selalu ingin mengganti pasangan. Aku ingat kata-kata Pdt. Michael Chrisdion bahwa penawar berhala di dalam hati adalah bukan menggantinya dengan berhala yang lain, tapi mengganti dengan yang ultimate yaitu diri Tuhan sendiri. Namun pada nyatanya berkali aku mencoba aplikasi dating hanya untuk mengganti pasanganku saat ini. Namun berkali itu juga aku nggak pernah merasakan damai dan "tangki" itu terasa penuh. 


Pada sampai akhirnya di instagram aku melihat post bagaiman keindahan cinta itu juga datang sepaket dengan kesakitan dibelakangnya. Ketika pasangannya harus stroke dan menjadi orang yang berbeda sang istri harus mengasihi suami nya dengan versi yang terbaru yang pada akhirnya sang suami meninggal dan seorang yang dicintainya harus ia relakan untuk pergi. 








Ketika membaca post inipun aku merenung, bahwa it's okay untuk berani merayakan cinta namun secara bersamaan kita juga takut akan kehilangan ketika kita memutuskan mencintai cukup dalam. 


Karena akhirnya aku bisa membuka ketakutan ku selama ini sama pasanganku ketika aku tidak bisa secara bebas merayakan cinta yang ada di dalam hatiku buat dia karena ketakutan ku akan kehilang dia & dikecewakan dia karena itu akan meninggalkan luka yang cukup dalam buat aku, dan tidak seimbangnya cinta yang diberikan kepada ku. Aku nggak benar-benar bisa membiarkan cinta yang aku rasa merubah diriku untuk rendah hati mengasihi dia tulus tanpa mengharapkan seimbang. Karena aku tau kesetiaan yang aku kasih berakar pada kekuatan ku sendiri. 


Namun diakhir aku tau kemampuan itu bukan karena melihat dia sebagai kekasihku namun lebih kepada bagaiman kasih Tuhan kepadaku itu yang aku bagikan ke dia dengan bebas. Sehingga pada hal yang bersamaan aku mampu merayakan namun disamping sisi karena itu juga dari Tuhan biarlah Tuhan sendiri yang menguatkan ketika pada suatu wkatu cinta itu pergi dan meninggalkan luka. Bukankah Tuhan juga seperti itu ? Dia mencintai manusia hingga rela merendahkan diriNya dan mengalami keterpisahan yang hebat bersama Bapa yang paling Dia kasihi hanya untuk bisa bersama manusia berdosa yang nggak mungkin bisa memberikan kasih seimbang kepada Dia ? biarlah Kasih Bapa kepada kita menjadi fondasi utama kita dalam memilih untuk mencintai setiap hari. 

Sunday, February 2, 2025

February 02, 2025

Dimana ada Dosa disitu ada Kasih Karunia

Minggu kemarin kotbah tentan perzinahan Daud dengan Batsyeba. Alkitab secara terang-terangan mengungkapkan bahwa tokoh yang dekat sama Tuhan pun akhirnya jatuh kedalam dosa. Ini mengingatkan dengan diri gw sendiri bahwa baru-baru inipun gw juga sudah masuk kedalam dosa yang cukup kelam. Perasaan bersalah sama Tuhan dan mengingatkan gw bahwa gw belajar Teologipun nggak kebal dari yang namanya dosa. Gw nggak bisa membayangkan bagaimana jika Tuhan benar-benar tidak menebus umat manusia, gw nggak tau bagaimana cara menghapus hutang dosa itu. Tapi di dalam kelamnya dosa, kesetiaan dan belas kasih Tuhan selalu baru. Gw selalu berdoa supaya kiranya Tuhan yang benar-benar menjaga hati & pikiran gw dan menjauhkan gw dari pencobaan yang kalau Tuhan tau gw nggak sanggup menentang itu jangan sampai gw dihadapkan dengan pencobaan itu. Mungkin itu sharing dari gw. 

February 02, 2025

New Year 2025 !

 Hello! 


Happy New Year 2025!


I know it's been a month late to greet a Happy New Year, but well time flies so fast, huh ? I'm grateful for God's faithfulness in my life. Even though I've sinned against Him through my doings, thoughts, lips, but His mercy is always new. I don't know what I'm about to write, but in 2025 I start my service at MRII HI as Youth Organizer. And start my work alone as CRO because my co-worker is mutated at other department. So I face many new challenges in the beginning of 2025. I hope God still be with me through this year.