Film SORE -- Penerimaan & Pengharapan
Kemarin habis nonton SORE : Istri dari Masa Depan. Filmya cukup menyentuh ditambah sama back sound yang cocok sama alur ceritanya. Memang nggak dipungkiri untuk alurnya sendiri cukup membosankan karena cukup banyak repitisi; menceritakan tentang time travel untuk merubah kebiasaan suaminya, sehingga Sore selalu kembali ke masa yang sama ketika dirasa perjalanan tersebut gagal dan alur pun mengulang lagi dan lagi, walaupun dalam repitisi nya sendiri dengan tindakan yang berbeda. Well mungkin aku nggak akan menceritakan tentang alur / review filmnya sendiri overall menurut ku cukup worth untuk ditonton di bioskop.
Namun yang ingin aku sampaikan adalah pesan dalam film itu yang cukup menyetuh tentang penerimaan & pengharapan.
Mungkin dikarenakan produser Yandy Laurens adalah seorang Kristiani, sehingga cukup kental Kasih di dalam Alkitab yang tergambar dalam film tersebut.
“Orang berubah bukan karena rasa takut, tapi karena dicintai”
Menurut aku sendiri kita dapat mengenal kasih sejati kalau kita sudah merasakan dari sumber kasih itu sendiri, manusia bukan sumber kasih, kasih sejati itu ada di dalam diri Kristus.
Percaya tau nggak manusia akan sulit mampu mengasihi dengan tulus, kita cenderung melakukan kasih jika itu ada timbal balik bagi diri kita, kita nggak benar-benar mampu mengasihi satu-satunya Pribadi tertinggi yang mengasihi makhluk yang jauh dibawah dengan mengorbankan diriNya sendiri tanpa adanya timbal balik apapun adalah Sumber Kasih itu sendiri -- Tuhan Yesus.
Roma 5:8 mengatakan, "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
Dan itu adalah salah satu alasan absolut kita yang memampukan kita untuk terus mengasihi ketika kita tidak mendapatkan perlakuan setimpal adalah karena kita sudah diterima. Dalam perjalanan kita mungkin jatuh ke dalam dosa, berulang, sama seperti Jonathan, namun penerimaan Kristus di dalam diri kita sampai akhir yang memungkinkan kita kembali bangkit lagi dan lagi.
Penerimaan yang kita dapat dari Kristus itu lah yang menimbulkan kepercayaan & pengharapan bahwa kita bisa diubahkan. Diubah bukan karena kita takut akan kosenkuensi dosa, namun diubah karena kita tau bahwa kita dikasihi itulah keberanian kita yang membawa kita kepada Kristus dan memiliki pengharapan bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk hidup bersama dengan Kristus.

