Tuesday, November 27, 2018

November 27, 2018

King's beloved daughter

pic by elisamorgan.com


Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku  bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." (Yohanes 18:36)

Pada waktu kemarin misa menurut gue menarik banget untuk bacaan Injil dari kitab Yohanes. Injil kemarin menceritakan ketika Yesus diadili di hadapan Pontius Pilatus untuk disalibkan, dan Pilatus menanyakan apakah Yesus adalah raja orang Yahudi, dan secara tersirat menerangkan bahwa sebenarnya Yesus itu Raja yang bahkan kedudukannya jauh jauh lebih tinggi dari Pilatus BUT Dia nggak pernah menganggap bahwa "dunia" ini yang notabene Dia ciptakan sebagai kepunyaanNya atau bahkan Rajanya.

Interesting..............

Kalau kalian cewek, gue yakin banget pasti nggak asing sama drama korea, film ataupun cerita di dunia nyata yang menceritakan tentang raja, kolongmerat atau CEO yang down to earth nikah sama cewek biasa-biasa aja. Contohnya mungkin drakor Boys over Flowers, Goblin, atau film yang lagi booming Crazy Rich Asians, atau bahkan di real life kayak kisah cinta Megan Markle & Pangeran Harry, yang mana Meghan bahkan cewek mix Afro-Amerika, dan bukan dari kalangan bangsawan tapi dipersunting sama anak dari kerajaan Inggris. Pernikahan Meghan pun berbulan-bulan disiarin di berita. Dan mungkin sebagian besar cewek mengidam-idamkan sesosok pangeran tampan / anak kolongmerat yang bakalan mempersunting kita. Yah kalau kebanyak nonton drama kayak gue gini mungkin hal itu bikin banyak insecure kali ya 😂😂. 
Tapi did you ever realize??,, 

Setiap gue baca Alkitab yang selalu bikin gue amazed & confident itu untuk selalu menyadari bahwa sebenarnya kenyataannya kita ini memang anak Raja; 

we are truly the children of The KING, friends. 

Dan ayat di atas ketika Yesus bilang "Kerajaan-Ku  bukan dari dunia ini;" itu POWERFUL banget buat gue. Dan jujur gue selalu rasanya terharu ketika merenungkan wow, my Heavenly Father is the King, He is Rich, He is Powerful, He has the Kingdom yet so Humble and Selfless. 

“Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” (2 Korintus 8: 9)

Pernahkan nggak sih kalian lihat Raja dari dunia ini yang hidupnya nggak mevvah? tapi Yesus yang gue bahkan selalu mikirin, Dia itu capek-capek buat dunia ini tapi nggak pernah sedikitpun klaim Dia yang memilik semua ini, menurut gue it's beyond amazing, and no one like Him, He deserve the best of us. 

Apalagi kalau gue baca Alkitab kisah tentang Raja Salomo yang kekayaannya WOW; yang bisa kita lihat dari Kitab 1 Raja-Raja 10:14-29. Raja Ayub yang punya ternak nggak ngerti lagi ngerawatnya kayak gimana sangking banyaknya 😂😂 ataupun Raja Arab, dan kerajaan Inggris yang punya tahta; setiap mata tertuju pada Kate Middleton, Ratu Elizabeth ataupun Prince George yang masih kecil, juga Bill Gates. We have to realize guys that
  
our Father is the one who gave them the wealth. So, we are truly RICH in HIM.

(Efesus 1:5) Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, AKU tidak akan melupakan engkau.” (Yesaya 49:15).

Dan menurut gue identitas Tuhan yang diberikan kita itu nggak main-main. Bayangin deh, ketika kalian mungkin diangkat jadi staff kerajaan atau kepresidenan pasti senengnya & bangganya luar biasa kan. Apalagi kalau diangkat jadi staff kerajaan surga, gue pun jadi office girl di surga udah pasti bahagia; sampe-sampe Raja Daud yang raja kaya raya aja masih bisa bilang lebih baik jadi "penjaga pintu" di surga daripada harus diam di kemah orang fasik. Dan seharusnya kita sadar orang sekaya raja Daud masih bisa menggambarkan bahwa jadi penjaga pintu surga itu jauh lebih baik. Bisa bayanginkan pasti surga itu tempat yang bener-bener nggak bisa dilukiskan keindahannya.

Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Mazmur 84:10-11 

Kalau di bahasa inggrisnya Psalm 84:10 "I would rather be a doorkeeper in the house of my God than dwell in the tents of the wicked."

Tapi yang menarik justru identitas yang Tuhan kasih ke kita bukan lagi hamba ataupun bawahan, tapi benar-benar "anak", tanpa kita melakukan apapun Tuhan udah klaim kalau kita itu anakNya. Yes we can proudly say that we are His Children. Dan kita pasti bisa tau kalau batasan anak sama ayah itu hampir nggak ada. Jangankan masalah warisan, bahkan nyawa pun bisa dipertaruhkan demi anaknya sendiri, exactly the same dengan apa yang Yesus lakuin ke kita.

Dan sebagian orang mungkin merasa aneh, kenapa Tuhan yang menciptakan dunia ini justru harus menderita? kenapa juga Dia nggak memanggil balatentara surganya buat buktiin langsung kalau He is The King of The Universe? Mungkin kalau kalian pernah nonton Thor Ragnarok, itu hampir mirip banget sama Yesus. Thor itu ahli waris dari planet Asgardian. Bapaknya Thor itu raja, dan Thor anak sulung yang mewarisi tahta bapaknya. Tapi ketika Thor nyasar ke planet lain, Thor justru ditawan, karena apa? Karena dia orang asing di planet itu, namun ketika Thor kembali sama rakyatnya dia sangat dihormati. Sama seperti Yesus, Dia orang asing di planet sini karena sejatinya Tuhan itu kudus, dan isi dari dunia ini sudah jauh dari kekudusan Tuhan, kita semua udah jatuh; oleh sebab itu Tuhan nggak bisa bersahabat dengan dunia ini. Dan kalaupun Tuhan menyelamatkan diri pada saat mau disalib, itu tandanya pekerjaan Tuhan tidak selesai. Dan kita tetap tinggal di dalam dosa & Tuhan tidak bisa mengalahkan maut, sebab Dia harus masuk ke dalam maut untuk bisa nyelamatin anak-Nya.

Dan menurut gue itu amat penting untuk kita terus menyadari jati diri & identitas kita sesungguhnya bahwa kita adalah anak dari yang punya segala universe. Dan itu adalah kebenaran yang Iblis selalu coba manipulasi dan buat kita insecure. Kita Kaya, Kita Berharga, and we are the apple of the Creator of all of this universe. 

Dan semoga kita juga bisa terus belajar menghargai diri kita & orang lain bukan semata-mata karena kita deserve to be honored, atau karena orang lain melakukan sesuatu. Tapi karena kita tau manusia sudah ditebus sama Yesus sendiri dan kita semua anak di mata Tuhan. Amin

Thursday, November 22, 2018

November 22, 2018

Arti Sakral Pernikahan



Marriage is sacred, but nowadays marriage seems to lose its sacred meaning...

Minggu ini lagi booming banget dengan perceraian salah satu rumah tangga artis papan atas. Yap sebenarnya pasti sudah biasa banget ya denger artis bercerai itu, tapi yang buat heboh adalah, rumah tangga artis ini terkenal paling adem, apalagi baru punya anak yang masih kecil & lucu banget, yap perceraian Gading & Gisel.
Gue sendiri sebagai kristiani sungguh menyayangkan perceraian keluarga mereka.

Jaman sekarang pernikahan seakan kehilangan kesakralannya. Padahal kalau kita inget di altar kita bukan berjanji untuk manusia, kita berjanji dihadapan Tuhan sendiri. Jadi ketika kita  berkomitmen di depan altar & pendeta sebagai saksi sah Kristus, sebenernya secara nggak langsung kita berjanji di hadapan Tuhan..

Gue pribadi belum menikah, tapi gue juga belajar untuk consider ketika gue berpacaran, gue berpacaran atas landasan Tuhan--- dimana gue menjadikan pasangan gue sebagai sarana untuk lebih seperti Kristus.

TAPI

yang perlu kita inget, seperti Kristus itu justru yang susah-susah 😂😂 dari situ, gue yang selalu  dominan harus belajar menghormati pasangan gue yang mana gue paling nggak bisa tunduk sama orang apalagi cowok.

Karena untuk menjadi seperti Kristus, kita perlu ditempatkan di situasi dimana kita bisa memilih untuk tidak menjadi seperti Dia.

Faktor perceraian pasti banyak entah masalah ekonomi, keluarga, ataupun ketidakcocokan. Menurut gue pribadi nggak ada yang namanya 2 pribadi berbeda bisa cocok. Kita sama orang tua pun belum tentu cocok, apalagi sama pasangan yang dibesarkan dengan background ataupun petuah-petuah berbeda, karena hakikatnya kecocokan itu PROSES belajar----kecuali kalau memang sudah masalah prinsip yang melenceng dari Alkitab, say big no for it.

Gue sendiri pernah punya hubungan sama orang yang bisa dibilang "bad boy", dia minum, ngerokok, emosian, dan melakukan hal-hal lain yang melenceng dari Alkitab. Gue sendiri sempet stuck karena udah merasa nyaman & nyambung, walau di samping sisi gue sadar ini nggak mungkin sehat. Dan terakhir gue benar-benar bisa melepaskan ketika dia bilang ke gue bahwa gue tinggal di dunia, jadi jangan terlalu bertuhan banget. Disitu gue udah mikir kalau ini udah menyangkut masalah prinsip dan gue nggak bisa menyatu untuk hal itu, akhirnya gue mundur. Untuk kalian yang masih tahap pacaran dan mau ke jenjang pernikahan, pertimbangkanlah untuk pertama kali masalah prinsip itu, jika prinsip nggak bisa menyatu for sure your marriage will be like a battle field. Inget terang nggak akan bisa menyatu dengan gelap.

Dan ketika kita jenuh ataupun merasa sudah nggak sanggup dan ingin bercerai, cobalah berpkir ketika kita melakukan itu, yang kita sakiti bukan hanya pasangan, anak/ keluarga tapi juga Tuhan sendiri.

Gue menemukan beberapa keluarga dekat gue yang suaminya otoriter, selingkuh, tapi wanita ini tetap bertahan, semata-mata karena dia tau itu salib yang harus dia pikul. Kalau dia memutuskan untuk bercerai itu tandanya dia nggak ikut menanggung salib bersama Tuhan.

Dan ini yang gue lagi proses untuk terus belajar sebelum menikah:

1. PERNIKAHAN BERARTI learning to be SELFLESS. 

Hal ini adalah hal tersulit yang gue lakuin. Gue dulu kalau pacaran selalu harus tentang gue, contoh kecil aja ketika dulu gue sempat LDR, cowok gue harus stand by nemenin gue via phone sampai malem sebelum gue tidur karena gue kadang agak takut untuk tidur sendiri. Pernah seminggu gue hampir putus gara-gara dia selalu ninggalin gue tidur duluan gara-gara kecapean. Pagi-paginya langsung deh gue marah-marah minta putus 😂😂. Tapi selang waktu gue mulai mengurangi hal itu. Dan ketika gue butuh temen tapi pasangan gue lagi berhalangan/ capek gue sekarang udah mulai melonggarkan.

2. PERNIKAHAN BERARTI SACRIFICE. 

Untuk mempertahankan sesuatu harus ada pengorbanan. Kalian tau mungkin banyak pernikahan yang hancur karena ekonomi atau saat suami nggak bisa memenuhi finasial keluarga. Dulu gue begitu mengharapan laki-laki yang harus sedian ini itu bahkan jajan gue. Ketika cowok gue nggak bisa memenuhi ekspektasi gue, gue pasti langsung ngambek dan marah. Tapi gue sadar ketika Tuhan menegur gue bahwa gue harus berpengharapan sama Tuhan. Puji Tuhan cowok gue sangat bertuhan dan bekerja keras itu yang bisa membuat gue lama kelamaan yakin kalau gue harus bersandar sama Tuhan bukan cowok gue.   Dan gue selalu menanamkan dalam mind-set gue kalau gue nggak bisa mengharapkan suami gue kelak adalah sumber bahagia gue, tapi sumber bahagia gue adalah Tuhan sendiri.

Pernikah itu pengorbanan. Semenjak itu gue harus berfikir berkorban juga dari usaha ataupun berkorban untuk "menanggakan ego" gue sendiri.

3. PERNIKAHAN ITU IBADAH. 

Banyak yang memutuskan nikah muda karena itu adalah Ibadah. Tapi apa kita bener-bener paham IBADAH yang dimaksud ini apa? IBADAH itu nggak mudah, we have to empty our-self, our vessel in order God can take control through our marriage. Kalau kalian punya motivasi menikah karena ibadah, kita harus siap-siap untuk mengosokan diri kita, supaya Tuhan yang mengambil ahli dari pernikah ini. Masalah apapun itu akan lebih mudah kalau landasan kita Tuhan.

*Ketika kita nggak yakin sama suami kita & ekonomi lagi terpuruk, disitu kita dihadapkan pilihan untuk bercerai karena kita deserve someone better atau tetap bertahan karena kita tahu Tuhan sedang mengajarkan kita untuk totally surrender dan melihat Tuhan bekerja  melalui masalah hidup kita? Dan agar kita tidak bergantung pada suami?

*Ketika cinta kita perlahan mulai luntur, ada someone more lovingly di depan mata, kita dihadapkan pilihan untuk memilih "cinta (sesaat)" kita atau terus bertahan & meminta pertolongan Tuhan lagi agar cinta kita terus bertumbuh sesuai dengan kehendak Tuhan?
 
*Ketika kita selalu bertengkar karena ketidakcocokan / argumen kita, apakah kita belajar untuk more to be selfless supaya tetap terus bertahan akan janji kita yang kita ucapkan ke Tuhan?

Pikirkan pernikahan itu nggak semata-mata ngucap janji di Altar, resepsi, honeymoon then it finish. No, kita berporses belajar sampai akhir hidup. Walaupun negara mengijinkan kita untuk bercerai, tapi cobalah bertahan & bawa Tuhan lagi ke dalam hubungan kita. Karena Tuhan bisa memulihkan semua yang retak, KALAU kita mengizinkan Tuhan masuk ke dalam pernikaha kita. Mungkin itu yang dinamakan PERNIKAHAN adalah IBADAH.

Oh iya tips lagi. Jangan sering-sering liat pernikahan di Instagram kalau bisa bikin insecure. Create our own, and let our mariage be a blessing for others and be His-story. 

Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (Wahyu 2:10c) 

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)

Wednesday, November 14, 2018

November 14, 2018

Overcome Insecurity

pic by Healthista

...........And who I serve to?

Have you ever felt every after strolling your instagram feeds become so insecure over yourself? You'll see that most of perfect people inundated on your instagram; already established, going aboard every vacation, running a successful company, having a romantic anniversary with their family & child, and you are feeling a step backward among your friends. Honestly, I did, and it happened every time.

As insecurity becomes main issues that haunted me almost everyday; Comparing Appearances, Fame & Recognition, Achievements become the most influential factors that I'm trying to dealing with e.v.e.r.y.d.a.y. here I would like to share several practices to shift my mindset.

1. KNOWING YOUR IDENTITY

The most important thing is first you have to know your "true" identity here.

First of all, we have to realize who we are; we are God's precious children, regardless of who we are, what we have done, and how or appearance is .

Because our value & identification come from Him, and we are not labelled by the things we have done in this world.

We are not created for own personal purpose, we are here created to one purpose --- for God's pleasure, despite in different way.

We have to value our self based on God's view on us. When we focus on pleasing God through your works, it will make us calmer; because we know who we serve. If you just like me in the past that doubt who you are, and feeling unworthy, these words below what God is speaking forward to you about your identity right now

I am the righteousness of God through Christ Jesus (2 Cor. 5:21).

I am a child of God (John 1 :1 2).

I am a slave of righteousness (Romans 6:18).

I am chosen and appointed by Christ to bear his fruit (John 1 5:1 6).

I am a joint-heir with Christ, sharing His inheritance with him (Romans 8:17).

I am joined to the Lord and am one spirit with Him (1 Cor. 6:17).

I am a new creation (2 Cor.5:17).

I am reconciled to God and am a minister of reconciliation (2 Cor. 5:1 8,19).

I am chosen of God, holy, and dearly loved (Colossians 3:1 2).

I am a chosen race, a royal priesthood, a holy nation, a people for God's own possession to proclaim the excellencies of Him (1 Peter 2:9,10).

I am an alien and stranger to this world in which I temporarily live (1 Peter 2:1 1).

I am seated with Christ in the heavenly realm (Ephesians 2:6).

I am an enemy of the devil (1 Peter 5:8).

I am born of God and the evil one cannot touch me (1 John 5:1 8).

I am not in a losing battle, the Lord shall fight for me and I shall hold my peace (Exodus 1 4:14).

I am more than a conqueror through Christ Jesus (Romans 8:37).

I am not weak, for the Lord gives strength to His people (Psalm 29: 1 1).

I am not bound, for the Son has set me free (John 8:36). I am favored, not cursed (Proverbs 8:35).

I am a success, not a failure (Joshua 1 :8).

I am a blessing, not a burden (Genesis 22:17-18).

I am the light of the world (Matthew 5:14).

I am not of those that shrink back (Hebrews 10:39).

I am the head, not the tail (Deut. 28: 1 3).

I am above, not beneath (Deut. 28: 1 3).

I am the salt of the earth (Matthew 5:1 3).

I am fearfully and wonderfully made (Psalm 1 39: 14).

I am the apple of God's eye (Deut. 32:10).

I am a lender, not a borrower (Deut. 1 5:6).

I am fruitful, not barren (2 Peter 1 :8; Exodus 23:26).

I am a victor, not a victim (1 John 5:4).

I am blessed in everything I put my hand to (Deut. 28:8).

I am a child of joy, not sorrow (Isaiah 61 :3).

I am a divine project, not an abandoned one (Philippians 1 :6).

I am blessed coming in and blessed going out (Deut. 28:6).

I am blessed in the city and blessed in the country (Deut. 28:3)

I am a child of destiny, not of accident (Jer. 1 :5).

I am like Christ in this world (1 John 4:17).
2. DON'T COMPARE

What can be compared between bird & fish? Or maybe between glass and plate? They are different from the way they are used, their function, or the way they live. You cannot say that the birds are more unique, smart or important compared to fishes and also you cannot say that the glass is more functional compared to plate; as they are designed to different function.

 If we ever realized that, we should be more aware that we all are unique, and no man like us.

I used to think that my friends who came from medicine major are smarter than me, or maybe some friends who now are sitting in the country ministry with an "important & high" position are much more better than me.

God created us to fulfill each element of His purpose. And no man ever like you and me, and only you who can fulfill God's purpose which has been designed for you.

I used to think that the world was running by the works of human itself. I'm so amazed how people ever that smart to create cars, airplane, or discovering the island or medicine.

But God reminded me through my colleague at office that every wisdom comes from above. Imagine that if all the people were a doctor, so who would run a school to teach the generation?  or who would clean the school or hospital if there were no office boy at all?

That's why God gives us different talent in order that we can complement each other. We are not a mistake. God created every person to be a "head" in different way. But it's our choice to hone the skill God gave us.

And what's more important is in our little works, God is still glorified.   

3. HIS TIME NOT YOURS

I have just knew in my 23rd age becomes the most crucial period; after graduating some of our friends have settled in corporate company with high salaries and good position. Some of them have succeed in running their own business, while sometimes I'm feelin still stuck in this stage, my business is still not yet established, sometimes I'm afraid can it be bigger someday? I have felt that I have been working so hard but there is no satisfying result.

 BUTTTTTTTTTTTT

I have seen and become the witness of how my neighbor can be something from nothing. She is now about 35/40 years. She divorced with her husband around 10 years ago because of domestic abuse or family violence that made her became a single parent. She did not have any degree to apply to company so she did anything to support her child; selling the market snacks, it sold really cheap but she had to rent a house and pay the school fee alone. Time by time, she married with a man with no purpose either (I mean here, the man is not established yet) but then God can change her life. As her ups-and-downs she has been through, now she is currently running nasi padang restaurant with big income a day. She now has a car, her own house in by the age at 40.

It realized me that we have our own time zone. Life is not a race. Sometimes our friends have been a step forward from us but it's okay, just focus on the path that God has placed you; be something that God has planned for you, and God will fulfill it in His time.

Maybe we can see that our friends' life seem normal, without any struggling, but you still question your condition. The storms seem not over yet from your life, you are in your lowest point of your life.

But you know, I learn a lot from what I've been through that everyone's trial is different, and God concern more on shaping & preparing our personality and characters through the trials.

And when we have truly surrendered, Go will finish the rest.

Put your target in His time, and He definitely makes it perfect in His timing.

And in the end who I serve to? If we know exactly who we serve to, we will do it with all our heart. And I believe whatever our calling, God will take attention to even the smallest work of us. 

Amen

http://www.bethelchandler.com/hp_wordpress/wp-content/uploads/2017/10/i-am-confession-sheet.pdf