Sunday, October 28, 2018

Mengenal Tuhan lewat Ujian; 2018 Rewind



In 3 months, 2018 will be over soon. As I throw back to 2017 & 2018 I think these years are the years of full tested.

Awal 2017 gue harus menyelesaikan skripsi hanya dalam tenggang waktu 5 bulan. Setelah itu gue kerja di kantor pertama dan resign hanya dalam kurun waktu 3 hari yang sampai sekarang gue juga nggak ngerti kenapa gue resign 😂. Setelah itu bokap gue terlalu bersemangat buat bantuin cari pekerjaan lewat Job Fair and I got nothing tapi capek iya. Sempet tes di beberapa perusahaan dan gagal juga udah jauh-jauh, dan gue inget banget di tengah kota Jakarta gue sampe nangis sendirian di pinggir jalan ternyata hidup sekeras ini. Bisnis kecil-kecilan gue yang gue rintis dari tahun 2016 juga harus gulung tikar karena digusur dan yang lebih parah lagi keluarga gue ditipu sama mandor untuk renovasi rumah yang menyebabkan kerugian kurang lebih 50 juta.

Nggak hanya itu, ketika rumah selesai direnovasi untuk dibuat kos-kosan kita harus kebobolan maling 2 kali dan yang lebih parah maling itu sampai berani buat bobolin pintu semua rusak. Can you imagine? Gue nggak pernah ngerasain langsung / melihat langsung kriminalitas kaya gitu and I was so shocked. Laptop anak kos hilang dan gue harus mengganti kerugian mereka, dan akhirnya kita tutup kos itu untuk beberapa minggu.  Tapi gue bersyukur setidaknya anak kos nggak kenapa-kenapa karena kos itu buat perempuan dan mungkin gue bakal stress sejadi-jadinya kalau sampai anak orang kenapa-kenapa.

Nggak sampai disitu, kita buka usaha juga nggak berjalan baik. Karena gue masih kerja kantoran gue memutuskan buat menyewa orang, pertama gue dikhianati dia nggak mau dateng dan alasan ini itu padahal baru 3 hari, yang kedua juga malah udah kita kasih tempat tinggal dan kabur tengah malem ninggalin surat. I'm so damn tired. Nggak hanya itu sampai detik gue ngetik ini nenek gue harus dirawat di RS udah hampir sebulan and it cost a lot because my father have resigned. Sempet jadi polemik keluarga antara keluarga bokap dan keluarga gue. Karena bokap udah nggak kerja, bokap minta buat nenek gue untuk di rawat di rumah karena it will cost cheaper at least than in hospital. Tapi keluarga bokap gue kekeh minta di RS yang mana mereka mengira bokap gue masih punya dana buat biayain ibu nya.

Dan kalian tau rentan waktu gue ngalamin itu semua bener-bener pendek. Ketika satu selesai, satu muncul, dan begitulah tahun 2017 - 2018 yang gue inget overall adalah perjuangan & hati yang galau. Bahkan hang out sekali sama temen ke tempat makan aja udah menjadi hiburan banget banget buat gue.


TAPI ENTAH KENAPA......

Walaupun rasanya belum ada rasa istirahat even sampai detik ini, gue justru merasa Tuhan itu lebih dekat sama gue.

Dari dulu gue orangnya khawatiran banget masalah percintaan, kuliah, pekerjaan, I used to think after finding a job is enough. But no, hidup nggak sampai situ.

Ketika gue udah menyerah cari pekerjaan, tiba-tiba Tuhan kasih gue pekerjaan dengan sangat unpredictable lewat temen gue, setelah itu ketika kos-kosan sampai 2 kali kebobolan maling gue ngerasa Tuhan ngingetin gue lewat Ayub; bahwa hingga sampai Ayub bggak punya papa-apapun, dicobai penyakit, anak yang meniggal, kemalingan, rumah kebakaran, satu yang tetep Tuhan pegang; TUHAN JAGA AYUB.
Dan yang lebih membuat gue wow banget, ketika pegawai gue pada pergi gue sempet berfikir yaudahlah nanti aja mungkin belum waktunya, tapi tenyata Tuhan memperkenalkan gue lewat orang lain pedagang kelapa, yang sampai sekarang udah tepat sebulan bertahan😂😂.

Jujur sih gue belum tau kedepannya kaya gimana. Tapi bahkan melewati semuanya Tuhan justru meneguhkan hati gue dan mau menunjukan diriNya, kalau Dia dekat and seems He said for me that "it's okay child, this is under My control."

Ya begitulah semoga aja kedepannya lebih baik lagi

No comments:

Post a Comment