Sunday, June 16, 2019

Sukacita Sejati

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
(Yohanes 14 : 27)

Sejahtera tidak sama dengan kaya raya atau memiliki semua yang diinginkan.

Damai sejahtera adalah buah Roh yang Tuhan berikan kepada orang percaya sehingga orang percaya memiliki damai sejahtera dalam hidupnya.

Damai sejahtera itu dari dalam keluar dan bukan sebaliknya.

Damai sejahtera tidak ditentukan oleh situasi di sekeliling kita melainkan relasi kita dengan Tuhan.

Pada suatu lomba melukis tentang damai sejahtera, ada yang melukis danau dengan airnya yang tenang, ada lagi lukisan yang menggambarkan gunung dengan segala pepohonan, suasananya sunyi senyap, namun pemenangnya adalah lukisan yang menggambarkan seekor burung yang sedang tertidur dalam batu karang, sementara ombak begitu dahsyat menghantam batu karang tersebut.

Itulah damai sejahtera yang sejati, kita ada dalam perlindungan batu karang yang teguh, yaitu Tuhan Yesus sendiri, walaupun keadaan sekeliling kita sedang kacau balau, damai sejahtera itu ada dalam diri kita.
Pemazmur mengatakan, “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa, akan berkata kepada Tuhan: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai”, sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk, dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok”

“Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang, walau seribu orang rebah di sisimu dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik”
Damai sejahtera Tuhan ada bersama dengan kita.
NB : Renungan ini dari broadcast WA group , bukan milik pribadi :)

No comments:

Post a Comment