Sukacita Sejati
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku
Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan
oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
(Yohanes 14 : 27)
Sejahtera tidak sama dengan kaya raya atau memiliki semua yang diinginkan.
Damai sejahtera adalah buah Roh yang Tuhan berikan kepada orang percaya sehingga orang percaya memiliki damai sejahtera dalam hidupnya.
Damai sejahtera itu dari dalam keluar dan bukan sebaliknya.
Damai sejahtera tidak ditentukan oleh situasi di sekeliling kita melainkan relasi kita dengan Tuhan.
Pada
suatu lomba melukis tentang damai sejahtera, ada yang melukis danau
dengan airnya yang tenang, ada lagi lukisan yang menggambarkan gunung
dengan segala pepohonan, suasananya sunyi senyap, namun pemenangnya
adalah lukisan yang menggambarkan seekor burung yang sedang tertidur
dalam batu karang, sementara ombak begitu dahsyat menghantam batu karang
tersebut.
Itulah damai
sejahtera yang sejati, kita ada dalam perlindungan batu karang yang
teguh, yaitu Tuhan Yesus sendiri, walaupun keadaan sekeliling kita
sedang kacau balau, damai sejahtera itu ada dalam diri kita.
Pemazmur
mengatakan, “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan
bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa, akan berkata kepada Tuhan:
“Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai”,
sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung,
dari penyakit sampar yang busuk, dengan kepak-Nya Ia akan menudungi
engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah
perisai dan pagar tembok”
“Engkau
tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang
di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap,
terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang, walau seribu
orang rebah di sisimu dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu
tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan
melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik”
Damai sejahtera Tuhan ada bersama dengan kita.
NB : Renungan ini dari broadcast WA group , bukan milik pribadi :)

No comments:
Post a Comment